Rumah Sejarah untuk Sang Proklamator
Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Pasti kalian familiar dengan lirik lagu tersebut. Lagu tersebut biasanya dinyanyikan saat acara ulang tahun kemerdekaan Indonesia tercinta ini. Bung Karno, salah satu proklamator yang mengumumkan tentang kemerdekaan bangsa Indonesia yang ditandai dengan pembacaan teks proklamasi pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 di suatu rumah yang beralamatkan di jalan Pegangsaan Timur no.56, Jakarta.
![]() |
Pembacaan Teks Proklamasi oleh Bung Karno |
Rumah yang ditempati bung Karno ternyata pemberian dari Faradj bin Saik Awad Martak, sang saudagar Indonesia berketurunan Arab. Beliau dengan sukarela menghibahkan rumah tersebut untuk digunakan dalam proses kemerdekaan Indonesia. Rumah tersebut ditinggali oleh Bung Karno setelah terjadinya peristiwa Rengasdenglok
![]() |
Faradj bin Awad Martak |
![]() |
Ucapan terimakasih dari pemerintah RI |
Setelah digunakan sebagai lokasi proklamasi kemerdekaan, rumah yang terletak di jalan Pegangsaan Timur No.56 diberikan kepada negara. Beliau menghibahkan rumah itu agar saksi sejarah tersebut dapat dikelola dengan baik oleh negara. Rumah tersebut semenjak tahun 1962 sudah diratakan atas perintah Soekarno kemudian dibangun Gedung Pola ( sekarang sudah berubah menjadi nama menjadi gedung Perintis Kemerdekaan), dan tampat Bung Karno berdiri bersama Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia lalu didirikan monumen tugu Proklamasi. Sejak itulah Jalan Pegangsaan timur berubah menjdai jalan proklamasi.
Komentar
Posting Komentar